9 Cara Membuat Aplikasi Android Tanpa Coding

Bisa membuat aplikasi merupakan impian bagi sebagian orang. Apakah kamu juga punya keinginan tersebut? Kalau iya, di sini akan dijelaskan tentang cara membuat aplikasi Android.

Pembuatan aplikasi membutuhkan langkah yang panjang dan tidak mudah. Namun, bukan berarti mustahil untuk dilakukan. Sebelumnya, tentu kamu harus mengetahui dan memahami langkah-langkahnya.

9 Langkah Cara Membuat Aplikasi Android

Setidaknya, ada 9 langkah yang perlu kamu lalui untuk membuat sebuah aplikasi Android. Tanpa perlu berlama-lama lagi, mari simak penjelasan di bawah.

1. Pembuatan Konsep

Sebelum mulai ke langkah pembuatan aplikasi, kamu perlu membuat konsep terlebih dahulu. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, contohnya seperti berikut:

  • Aplikasi apa yang akan dibuat?
  • Tujuan dari pembuatan aplikasi?
  • Siapa yang akan menggunakan aplikasi?
  • Bagaimana cara memasarkan aplikasi?

Hal-hal penting seperti di atas harus dipikirkan sejak awal. Hal ini bertujuan agar kamu tidak membuat aplikasi yang asal-asalan dan tidak jelas tujuannya. Kalau sudah membuat konsepnya dengan matang, kamu bisa lanjut ke langkah kedua.

2. Riset

Kalau konsep aplikasi sudah matang, kamu dapat melanjutkan ke langkah riset. Langkah ini wajib dilakukan untuk meyakinkan gagasan atau ide kamu dalam pembuatan aplikasi.

Dalam tahap riset inilah ide kamu akan dibuktikan, apakah memang benar-benar dapat direalisasikan atau tidak.

Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahap riset ini antara lain melihat penilaian dan review pengguna terhadap aplikasi kompetitor yang serupa, melakukan survei terhadap calon pengguna, serta hal-hal lainnya yang dapat memberikan informasi.

Baca Juga :  4 Cara Unreg Kartu XL, Gampang dan Prosesnya Cepat

Seluruh informasi tersebut akan sangat kamu butuhkan dalam pengembangan aplikasi. Bisa dikatakan bahwa riset dilakukan untuk membentuk fondasi dalam proses berikutnya.

3. Perancangan Wireframe

Pada tahap ini, kamu sudah dapat memulai perancangan dengan mulai membuat wireframe. Kalau dalam pembuatan film atau animasi, wireframe ini hampir sama dengan storyboard. Konsep-konsep yang sudah kamu miliki dan diperkuat dengan riset akan dituangkan dalam bentuk desain.

Desain atau blueprint dari aplikasi tersebut diperlukan supaya kamu mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai aplikasi. Pada tahap ini, kamu sudah harus memikirkan bagaimana tampilan aplikasi nantinya.

Pasalnya, aplikasi tidak hanya harus bermanfaat dan berkualitas dari segi fungsi. Aplikasi dapat dikatakan baik jika tampilannya sedap dipandang mata serta tidak menyusahkan pengguna.

4. Pembuatan Back End

Back end merupakan istilah untuk menyebut bagian server dari sebuah aplikasi. Bagian ini memang harus dirancang terlebih dahulu. Pada bagian server inilah seluruh data aplikasi tersimpan. Kamu juga akan mengendalikan aplikasi dari sisi server ini.

Selain mengembangkan back end, pada langkah ini juga kamu dapat mengeksekusi atau merealisasikan wireframe yang sebelumnya telah dibuat. Hasil dari tahap ini disebut dengan prototipe atau contoh aplikasi yang belum jadi sepenuhnya.

5. Uji Prototipe

Pada tahap ini, sebenarnya kamu sudah menyelesaikan 50% dari seluruh aplikasi. Namun, jalan kamu masih panjang. Pasalnya, prototipe aplikasi ini belum tentu bisa dijalankan dengan lancar. Oleh karena itu, tahap pengujian atau percobaan perlu dilakukan.

Cara melakukan uji coba sebenarnya mudah. Kamu dapat meminta calon user atau orang-orang di sekitarmu untuk mencoba menggunakan prototipe tersebut. Mintalah mereka untuk memberikan komentar, kritik, serta saran berdasarkan pengalamannya saat mencoba aplikasi kamu.

Pada tahap ini kamu akan menemukan masalah atau gangguan yang muncul pada aplikasi. Hal tersebut dapat kamu jadikan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki dan mengembangkan aplikasi lebih lanjut.

Baca Juga :  Situs untuk Membuat Aplikasi Android Gratis Termudah

6. Mendesain Tampilan

Setelah kamu melakukan uji coba serta memperbaiki masalah pada prototipe dan back end, sekarang adalah waktunya untuk mendesain bagian tampilan.

Tampilan ini bisa dikatakan sebagai front end yang akan dilihat oleh pengguna. Kamu perlu mendesainnya dengan baik. Jangan hanya tampilkan desain menarik, tapi harus user friendly atau mudah dipahami oleh pengguna.

7. Uji Konektivitas Back End dan Front End

Cara membuat aplikasi Android berikutnya adalah melakukan uji coba kembali. Namun pada tahap ini memiliki tujuan berbeda, bukan seperti uji prototipe pada langkah 5 tadi.

Percobaan kali ini berguna untuk menguji apakah bagian back end aplikasi berfungsi dengan baik atau tidak ketika dihubungkan dengan bagian front end atau user interface.

Pada tahap ini, kamu juga memerlukan pengetesan penggunaan baterai. Mengingat back end dan front end sudah dihubungkan, artinya aplikasi sudah bisa dikatakan utuh. Kalau aplikasi menggunakan terlalu banyak daya baterai, artinya ada yang perlu diperbaiki.

8. Beta Testing

Merasa cukup puas dengan pengembangan aplikasi kamu? Kalau sudah, kamu bisa melakukan beta testing. Ini dilakukan untuk mengetahui penerimaan masyarakat atau pengguna terhadap aplikasi kamu.

Dapatkan feedback dari para pengguna mengenai plus minus aplikasi. Feedback tersebut bisa kamu lakukan untuk memperbaiki aplikasi sebelum dirilis.

9. Rilis Aplikasi

Tahap terakhir yang perlu kamu lakukan adalah merilis aplikasi tersebut. Namun, tahap ini bukanlah akhir. Kamu masih harus terus melakukan maintenance dan update fitur bila diperlukan.

4 Tools untuk Membuat Aplikasi Tanpa Coding

Untuk mempraktikkan cara membuat aplikasi Android di atas, tidak harus bisa coding untuk bisa membuat aplikasi Android. Pengembangan aplikasi tanpa coding dapat dilakukan dengan tools di bawah ini:

1. Appery.io

Appery.io dapat kamu pakai untuk belajar membuat aplikasi Android. Tool yang satu ini berbentuk situs web. Jadi kamu bisa mengaksesnya melalui browser. Tidak perlu repot install aplikasi. Cara menggunakannya juga sangat mudah. Kamu hanya perlu drag and drop elemen yang diperlukan.

Baca Juga :  Cara Buka Rekening BCA Online Terbaru 2022

2. AppMakr

Berikutnya ada AppMakr yang berupa aplikasi desktop. Untuk menggunakannya, kamu perlu berlangganan dengan biaya $1 per bulan. Cara menggunakan aplikasi ini sangat mudah dan menunya sangat mudah dipahami.

3. Appy Pie

Appy Pie (www.appypie.com) merupakan online tools untuk membuat aplikasi Android. Bahkan, kamu bisa menggunakan website satu ini untuk membuat aplikasi iOS. Appy Pie menyediakan layanan gratis dan berbayar.

4. MIT App Inventor

MIT App Inventor memiliki basis pengguna yang cukup besar. Sudah ada 34 juta aplikasi yang dihasilkan dari MIT App Inventor. Sedangkan jumlah penggunanya saat ini sudah mencapai lebih dari 8 juta.

Aplikasi ini bisa dipakai secara gratis. Di dalamnya sudah disediakan elemen dalam bentuk blok. Pengguna bisa langsung memilih dan menyusun blok tersebut sesuai kebutuhan. Jadi, kamu cuma perlu paham logika pemrograman tanpa harus bisa coding jika memakai MIT App Inventor.

Cara Bikin Aplikasi di Play Store

Aplikasi yang sudah kamu buat tadi dapat dipublikasikan di Google Play Store. Penasaran Bagaimana caranya? Yuk, simak penjelasan yang akan diberikan di bawah ini.

  • Registrasi di Google Play Developer Console (google.com/app/publish).
  • Login menggunakan akun Google.
  • Setujui syarat dan ketentuannya.
  • Lakukan pembayaran sebesar $25 dengan menggunakan kartu kredit.
  • Upload file APK.
  • Siapkan gambar berupa screenshot tampilan aplikasi, ikon aplikasi, dan banner.
  • Isi detail aplikasi (nama, versi, dll).
  • Isi seluruh data yang diminta oleh Google Play.
  • Publish

 

Cara membuat aplikasi Android tidak sulit, bukan? Apalagi sekarang sudah ada banyak tools yang bisa membantu kamu mengembangkan aplikasi tanpa harus coding.

Leave a Comment